Palembang – Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat melalui kegiatan sosialisasi Pedoman Pencegahan dan Penanganan Perundungan (Bullying). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya mencegah dan menangani segala bentuk perundungan di lingkungan kampus.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Yudhy Cipto Yuwono, SKM., MM, Kepala Urusan Kepegawaian Poltekkes Kemenkes Palembang. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pedoman tersebut disusun sebagai acuan bagi pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan kerja dan lingkungan belajar yang kondusif. Pedoman ini juga menjadi landasan dalam upaya pencegahan, penanganan, perlindungan, dan pemulihan apabila terjadi kasus perundungan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang.

Yudhy Cipto Yuwono menjelaskan bahwa perundungan atau bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan yang dapat dilakukan secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media elektronik (cyberbullying), yang menyebabkan korban merasa tertekan, tidak nyaman, bahkan mengalami gangguan psikologis. Oleh karena itu, seluruh warga kampus memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama menciptakan budaya saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan berbagai bentuk perundungan yang perlu diwaspadai, seperti tindakan intimidasi, penghinaan, pengucilan, ancaman, penyebaran gosip, hingga penyalahgunaan media sosial untuk menyerang atau mempermalukan seseorang. Perundungan dapat terjadi dalam berbagai hubungan, baik antara pimpinan dengan bawahan, dosen dengan mahasiswa, sesama pegawai, maupun antar mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, Jurusan Kesehatan Gigi turut mendukung kampanye edukasi melalui penerbitan empat poster anti-perundungan yang menyasar berbagai kelompok di lingkungan kampus. Poster pertama mengangkat tema “Stop Perundungan Senior terhadap Junior” yang mengajak mahasiswa senior menjadi teladan dan pendamping yang baik bagi adik tingkat. Poster kedua bertajuk “Dosen Menginspirasi, Bukan Mengintimidasi” yang menekankan pentingnya hubungan akademik yang profesional, edukatif, dan saling menghormati antara dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, poster ketiga bertema “Pemimpin yang Baik Tidak Melakukan Perundungan” yang mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang humanis, terbuka, dan memberdayakan pegawai. Adapun poster keempat berisi informasi “Laporkan Perundungan” yang mendorong seluruh warga kampus untuk berani melaporkan setiap tindakan perundungan melalui kanal pengaduan resmi yang telah disediakan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang.

Melalui pedoman dan kampanye edukasi tersebut, diharapkan seluruh sivitas akademika semakin memahami bahwa perundungan bukanlah budaya yang dapat ditoleransi dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan kerja. Setiap individu berhak memperoleh rasa aman, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang tanpa adanya intimidasi ataupun perlakuan yang merendahkan martabat.

Ketua Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang berharap kegiatan sosialisasi dan kampanye anti-perundungan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga kampus untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, etika, dan saling menghormati. Dengan kerja sama seluruh unsur civitas akademika, lingkungan belajar dan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan dapat terus diwujudkan demi mendukung tercapainya visi dan misi Poltekkes Kemenkes Palembang.

“Perundungan Bukan Tradisi. Mari Bersama Mewujudkan Lingkungan Belajar dan Bekerja yang Aman, Nyaman, dan Bermartabat.”

Wrote – Compilation and Publish by RiZa

Leave a Comment

1 × 2 =