Palembang – Day 2, Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palembang menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertema “Penguatan Upaya Promotif dan Preventif dalam Pencegahan Kanker Mulut melalui Pemanfaatan Bahan Alam” pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai pencegahan kanker mulut, promosi kesehatan gigi dan mulut, serta pemanfaatan bahan alam secara aman dan berbasis bukti ilmiah.
Kuliah Pakar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan mahasiswa tingkat I dan II, dosen, serta tenaga kependidikan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penguatan pembelajaran akademik untuk mempersiapkan calon tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan komprehensif mengenai permasalahan kesehatan gigi dan mulut.
Tingkatkan Pemahaman tentang Pencegahan Kanker Mulut
Kanker mulut merupakan permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi fungsi rongga mulut, kemampuan berbicara dan mengunyah, status gizi, kualitas hidup, hingga kondisi psikososial pasien. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif serta deteksi dini memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko dan tanda-tanda kanker mulut.
Melalui kegiatan Kuliah Pakar ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar kanker mulut, faktor risikonya, serta pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berperan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, mendorong perilaku hidup sehat, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rongga mulut secara berkala.
Mahasiswa juga diharapkan dapat mengenali tanda dan gejala pada rongga mulut yang perlu diwaspadai serta memahami pentingnya pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Dengan demikian, edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat mendukung peningkatan kewaspadaan dan mendorong deteksi dini sesuai kebutuhan.
Hadirkan Narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Sriwijaya
Untuk memperluas wawasan peserta, Kuliah Pakar menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang keilmuan sesuai dengan tema kegiatan.
Narasumber pertama, Dr. Kintoko, S.F., M.Sc., Apt., dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dijadwalkan menyampaikan materi mengenai “Potensi Bahan Alam Indonesia sebagai Inovasi Promotif dan Preventif dalam Pencegahan Kanker Berbasis Kearifan Lokal”. Materi ini mengangkat potensi bahan alam Indonesia sebagai bagian dari pengembangan pengetahuan dan inovasi kesehatan yang tetap memperhatikan landasan ilmiah.
Selanjutnya, Dr. dr. Nita Parisa, M.Bmd., dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, dijadwalkan menyampaikan materi “Kearifan Lokal Berbasis Herbal untuk Kesehatan Gigi dan Mulut”. Materi tersebut relevan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan herbal dalam konteks kesehatan gigi dan mulut.
Kehadiran kedua narasumber diharapkan dapat mempertemukan perspektif ilmu farmasi dan kedokteran dengan pendidikan kesehatan gigi, sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan pemanfaatan bahan alam dalam bidang kesehatan.
Pemanfaatan Bahan Alam Harus Berbasis Bukti Ilmiah
Salah satu fokus penting dalam kegiatan ini adalah pemahaman mengenai potensi sekaligus keterbatasan pemanfaatan bahan alam. Berbagai bahan alam telah digunakan secara empiris oleh masyarakat, sementara penelitian terus mengeksplorasi kandungan bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas biologis tertentu.
Namun, pemanfaatan bahan alam dalam konteks pencegahan kanker perlu dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan bukti ilmiah, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Bahan alam tidak dapat dianggap sebagai pengganti pemeriksaan medis maupun terapi yang diperlukan.
Pemahaman tersebut penting bagi mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi agar mampu menyampaikan informasi kesehatan secara bertanggung jawab, menghindari penyebaran klaim yang tidak didukung bukti ilmiah, serta membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan gigi dan mulut.
Perkuat Kompetensi Calon Tenaga Kesehatan Gigi
Ketua Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang, drg. Sri Wahyuni, M.Kes., menjadi penanggung jawab sekaligus ketua pelaksana kegiatan Kuliah Pakar ini. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan wawasan akademik mahasiswa melalui pembelajaran yang menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi.
Selain meningkatkan pengetahuan tentang kanker mulut, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan edukasi kesehatan gigi dan mulut serta mengembangkan kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat berbasis bukti ilmiah.
Melalui pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menjalankan peran sebagai calon tenaga kesehatan yang mampu mendukung upaya promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut dan melakukan pemeriksaan ketika ditemukan kelainan yang perlu diwaspadai.
Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan Kuliah Pakar ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun pemahaman yang komprehensif, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung pencegahan kanker mulut serta peningkatan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Wrote – Compilation and Publish by RiZa





