Palembang, 15 September 2026 – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palembang melalui Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan (UPK SDMK) menyelenggarakan Pelatihan Dental Emergency bagi Terapis Gigi dan Mulut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Pelatihan Dental Emergency diikuti oleh 114 peserta. Tingginya jumlah peserta menunjukkan semangat dan komitmen dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan, serta profesionalisme dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan peserta secara luring maupun daring. Pembukaan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang dan dihadiri oleh unsur pimpinan, Ketua Jurusan Kesehatan Gigi, narasumber, fasilitator, instruktur, panitia, serta peserta pelatihan.
Pelatihan Dental Emergency menjadi penting karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan terkadang tanpa didahului tanda yang jelas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan sesuai bidang profesinya, tetapi juga perlu mampu mengenali kondisi kegawatdaruratan, mengambil keputusan awal dengan cepat dan tepat, memberikan pertolongan pertama, serta menentukan kebutuhan rujukan untuk penanganan lebih lanjut.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak sekadar memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi emergency. Kemampuan menghadapi kegawatdaruratan perlu dilatih secara berulang agar tenaga kesehatan dapat bertindak dengan tenang, cepat, tepat, aman, dan sesuai dengan kewenangan profesi.
Seluruh peserta juga diharapkan mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin dan aktif, termasuk dalam sesi praktik maupun simulasi. Keaktifan peserta dalam bertanya, berdiskusi, dan mengikuti praktik menjadi bagian penting dalam proses peningkatan kompetensi.
Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar perolehan sertifikat. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, peserta diharapkan memperoleh peningkatan kompetensi, kepercayaan diri, dan kesiapan dalam menghadapi kegawatdaruratan di lingkungan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Penyelenggaraan Pelatihan Dental Emergency bagi Terapis Gigi dan Mulut menjadi salah satu bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Palembang dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia kesehatan. Dengan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, tenaga kesehatan diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Wrote – Compilation and Publish by RiZa





